Negara- negara bicarakan masa depan Afganistan
Pada tanggal 31 Maret 2009 puluhan negara berkumpul di Den Haag Belanda untuk membicarakan masa depan
Ketika Presiden Amerika Barack Obama secara resmi berusaha membujuk Taliban untuk pindah haluan, spesialis Afghanistan Rustam Shah Mohmand tidak setuju. Dia adalah duta besar
Rustam Shah Mohmand tidak percaya Taliban bisa dibujuk untuk mengadakan pembicaraan damai selama 70 ribu pasukan Amerika dan NATO masih bercokol di
Sangat kuat
Rustam Shah Mohmand yang mantan dubes ini mengatakan salah satu alasannya adalah bertumbuhnya kekuatan Taliban:
"Taliban merekrut pengikut baru, karena pada umumnya orang Afghanistan memandang pasukan asing sebagai pasukan penjajah, sama halnya dengan keberadaan Rusia di tahun 80an. Selain itu, kelompok lain seperti milisia Hekmatyar bergabung dengan Taliban."
Dewan Keamanan dan Pembangunan Internasional mengatakan Taliban dan sekutunya saat ini menguasai 72 persen wilayah Afghanistan, dibandingkan 54 persen tahun lalu. Dalam sebuah laporan ke Institut Perdamaian Amerika Serikat, mantan penasihat presiden Mohammad Masoom menulis bahwa jumlah insiden kekerasan meningkat dari 44 kali perbulan di tahun 2003 menjadi 573 di tahun 2008. Dan lebih dari 14.500 orang tewas. Mohmand menambahkan, Taliban tidak mempercayai tawaran perdamaian.
"Taliban berpikir perundingan damai dimaksudkan untuk membujuk para pejuang untuk pindah haluan. Selama tujuh atau delapan tahun belakangan, berbagai tawaran perundingan damai gagal menghasilkan sesuatu dan tidak ada yang berubah."
Pasukan Keamanan
Mohmand berargumen bahwa Taliban mungkin setuju berunding jika NATO dan Amerika mau mengabulkan tuntutan mereka: hengkangnya pasukan asing.
"Taliban mungkin setuju penarikan bertahap pasukan dan mengganti mereka dengan penjaga keamanan dari negara-negara yang tidak punya kepentingan di Afghanistan, seperti Indonesia, Filipina dan Jepang. Mereka akan membuat konstitusi dan merencanakan pemilu dimana kelompok seperti Taliban juga ambil bagian", kata Mohmand.
Mohmand melanjutkan, itulah satu-satunya jalan untuk mengakhiri kekerasan, yang merupakan prasyarat untuk pembangunan dan emansipasi masyarakat.[muslimdaily.net/fais/rnl]





